Minggu, 09 Mei 2021

LAPORAN MAGANG 1

AKTIVITAS PENGAMATAN MAHASISWA MAGANG 1 PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FTIK IAIN PONTIANAK DI SDN 24 SUNGAI AMBAWANG PADA TAHUN 2020 - 2021

SUSUNAN LAPORAN

A. PENDAHULUAN

Magang adalah bagian dari suatu pelatihan kerja yang biasanya dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir dan ada juga mahasiswa dibawah tingkat akhir, seperti halnya semester 4 yang juga melaksanakannya. Dalam kegiatan magang, mahasiswa bisa mempraktekkan ilmu dan skill yang dipelajarinya selama kuliah sekaligus mendapatkan ilmu-ilmu baru dari tempat magang. Dengan begitu, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman yang kemudian jadi bekal untuk menjalani dunia kerja yang sebenarnya. Maka dari itu dengan adanya program magang ini bisa mendapatkan kesempatan untuk memperluas networking.

Setiap kampus punya regulasi sendiri terkait dengan rencana magang mahasiswanya. Program magang yang diadakan pihak kampus ini, diantara tujuannya adalah untuk menambah pengalaman mahasiswa dalam berinteraksi dengan siswa dan masyarakat setempat, selain itu untuk menambah wawasan pengetahuan mahasiswa disertai untuk mengetahui problematika yang ada di daerah magangnya, sehingga kemudian dicari solusi untuk mengatasinya. Yang sangat urgen dari program magang ini adalah untuk mengetahui cara-cara seorang pendidik yang baik saat menjelaskan pada peserta didiknya, sehingga nantinya para mahasiswa yang magang mampu mengambil pelajaran untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sekarang ini dan yang akan datang, sehingga ketika tiba saatnya nanti mahasiswa itu menjadi seorang guru/pendidik, maka dia tidak merasa heran lagi, karena sebelumnya dia pernah mengalami hal tersebut.

Dalam proses pembelajaran, guru dan siswa merupakan dua komponen yang tidak bisa dipisahkan. Proses pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru-siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar.

B. GAMBARAN UMUM LOKASI OBSERVASI

Kabupaten Kubu Raya merupakan Kabupaten yang terletak di bagian Barat Propinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Kubu Raya adalah Kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Pontianak yang terbentuk melalui Undang-undang No.35 tahun 2007. Dengan luas wilayah 6.985,20 Km2 (luasnya meliputi kurang lebih 80 % dari Kabupaten Induk).

Secara geografis kedudukan Kabupaten Kubu Raya berada di antara garis 108°35’ – 109°58’ BT 0°44’ LU – 1°01’ LS. Karakter fisik wilayah terdiri dari daerah daratan dan pulau-pulau pesisir yang memiliki lautan. Wilayah Kubu Raya tersusun dari Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu DAS Kapuas pada bagian hilir, sehingga banyak hasil-hasil alam dari wilayah hulu Sungai Kapuas yang bermuara di wilayah kabupaten Kubu Raya. Hal ini memungkinkan berkembangnya industri-industri pengolah dari berbagai komoditas hasil alam Kalimantan Barat di wilayah Kabupaten Kubu Raya di sepanjang sungai Kapuas.

Kabupaten Kubu Raya memiliki pulau-pulau kecil di wilayah pesisir kelautan. Jumlah Pulau kecil di Kabupaten Kubu Raya mencapai 39 pulau. Pulau – pulau tersebut rata-rata dihuni oleh penduduk yang berprofesi sebagai nelayan. Keberadaan penduduk di pulau-pulau kecil tersebut sangat jauh dari akses pelayanan publik yang disebabkan oleh tidak meratanya pembangunan hingga ke daerah – daerah pelosok. Wilayah administratif Kabupaten Kubu Raya meliputi 9 Kecamatan, 106 Desa dan 401 Dusun. Kecamatan terluas adalah Kecamatan Batu Ampar dengan luas 2.002,70 Km2 atau sekitar 28,67 % sedangkan yang terkecil adalah Kecamatan Rasau Jaya dengan luas sebesar 111,07 Km2 atau sekitar 1,59 %, terkait dengan kecamatan Sui Ambawang dengan luas 726,10 Km2 atau sekitar 10,39 %.

Di Kecamatan Sui Ambawang terdapat sekolah NEGERI sebanyak 43 sekolah, dan jumlah sekolah SWASTA sebanyak 13 sekolah yang terdaftar pada sistem Dapodik Kemendikbud. Diantaranya adalah SD NEGERI 24 SUNGAI AMBAWANG, Jl. Trans Kalimantan, PARIT MASIGI, Desa Sungai Ambawang Kuala, Kec. Sungai Ambawang, Kab. Kubu raya Prov. Kalimantan Barat.

SD NEGERI 24 SUNGAI AMBAWANG terletak di Gg Parit Masigi, disebut dengan nama  Gg nya Parit Masigi karena pada waktu itu ada seorang pemuda yang bernama waksigi, dia yang menyarankan kepada masyarakat untuk membuat Parit  (sungai berukuran sedang yg di buat memanjang ) dikarenakan pada saat itu tidak ada Parit sehingga masyarakat kesulitan untuk mandi serta mencuci peralatan-paralatan lain yang dibutuhkan. Mereka di kampung itu harus menunggu hujan jika hujan tidak turun maka mereka akan kesulitan untuk mendapatkan air yang mereka butuhkan bagi keluarganya. Oleh karena itu waksigi memimpin masyarakat untuk membuat Parit tersebut setelah Parit itu selesai dibuat maka kampung itu diberi nama waksigi tapi waksigi menyuruh masyarakat nya untuk mengubah namanya agar terlihat lebih natural, dia menyarankan dengan sebutan masigi, membuang wak nya di ganti dengan ma, maka jadilah perihal itu hingga sekarang dengan sebutan Masigi dan tidak ada satu orang pun yang berani dari kalangan tokoh masyarakat untuk mengubah nama gelar tersebut.

C. NARASI ASPEK PENGAMATAN

C.1. Proses Pembelajaran oleh Guru (Kegiatan Inti)

C. 1. 1. Strategi Pembelajaran Yang Digunakan Oleh Guru SDN 24 Sungai Ambawang

Berdasarkan hasil wawancara terhadap Kepala Sekolah SDN 24 Sungai Ambawang, beliau juga selaku pemantau saat guru berinteraksi dengan siswa dalam proses belajar mengajar. Hasilnya ialah strategi yang digunakan oleh guru SDN 24 Sui Ambawang dalam proses pembelajaran adalah Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir ( SPPKB ). Proses pembelajaran melalui SPPKB menekankan kepada proses mental siswa secara maksimal. SPPKB bukan model pembelajaran yang hanya menuntut siswa sekedar mendengar dan mencatat, tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir. SPPKB dibangun dalam nuansa dialogis dan proses tanya jawab secara terus menerus. Dalam hal ini tidaklah jauh berbeda antara strategi tanya jawab dengan metode tanya jawab, yang mana strategi tanya jawab ini pasti digunakan agar terjadinya komunikasi dua arah yang dapat membuat siswa lebih dominan aktif dan tidak pasif. Proses pembelajaran melalui dialog dan tanya jawab itu diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa, yang pada gilirannya kemampuan berpikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. SPPKB adalah model pembelajaran yang menyandarkan kepada dua sisi proses dan hasil belajar. Proses belajar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir , sedangkan sisi hasil belajar diarahkan untuk mengkontruksi pengetahuan atau penguasaan materi pembelajaran baru.

C. 1. 2. Metode Pembelajaran Yang Digunakan

Berdasarkan hasil wawancara terhadap Kepala Sekolah SDN 24 Sungai Ambawang, beliau juga selaku pemantau saat guru berinteraksi dengan siswa dalam proses belajar mengajar. Hasilnya ialah metode yang digunakan oleh guru SDN 24 Sui Ambawang dalam proses pembelajaran berupa metode tanya jawab, diskusi, kerja kelompok dan ceramah, bedasarkan penjelasan lebih lanjut bahwa metode tanya jawab merupakan metode yang pasti digunakan, kemudian terkait metode ceramah itu tidak mendominasi, karena metode ini hanya berupa penjelasan yang mempertegas dan menekankan peserta didik untuk lebih luas dalam memahami materi pembelajaran, karena bagaimanapun di zaman sekarang ini harus siswa yang aktif bukan sekedar guru saja yang aktif, oleh karenanya siswa yang aktif itu semua berasal dari siswa, tujuannya agar siswa dapat mandiri dalam penguasaan materi pembelajaran di dalam proses kegiatan belajar mengajar berlangsung, sehingga dapat dinyatakan semua inisiatif harus dari siswa, guru hanya sekedar memfasilitasi saja, metode ceramah yang dahulu itu salah, karena metode tersebut guru yang mendominasi bukan siswa, oleh karena itu paradigma yang sekarang ini adalah siswa yang harus aktif sehingga ada istilah student center bukan teacher center, jadi dapat dinyatakan bahwa guru masih belum terbiasa untuk menampilkan inovasi yang baru dalam metode pembelajaran, oleh karena itu, berdasarkan fakta di lapangan, metode yang digunakan sampai sekarang secara umum, hanya ada tiga, yaitu : 

1. Metode tanya jawab

2. Metode diskusi

3. Metode kerja kelompok

C. 1. 3. Media Pembelajaran Yang Digunakan

Berdasarkan hasil wawancara terhadap Kepala Sekolah SDN 24 Sungai Ambawang, beliau juga selaku pemantau saat guru berinteraksi dengan siswa dalam proses belajar mengajar. Hasilnya ialah media yang digunakan oleh guru SDN 24 Sui Ambawang dalam proses belajar mengajar berupa media menggambar, sehingga anak didik dituntut untuk kreatif berimajinasi dalam menggambarkan hasil dari pemikirannya, kemudian ada media tiga dimensi seperti persegi, kubus, ada juga papan tulis dan lain sebagainya, agar anak senang dan bersemangat untuk meningkatkan keaktifan dalam belajar. Sehingga media yang digunakan masih media yang lama, sedangkan media infocus (ppt) hanya segelintir guru yang menggunakan, akan tetapi secara umum para guru tidak menggunakan, karena digunakannya infocus itu sendiri hanya dalam keadaan yang mengharuskan, barulah digunakan.

C. 1. 4. Materi Pembelajaran Yang Digunakan 

Berdasarkan hasil wawancara terhadap Kepala Sekolah SDN 24 Sungai Ambawang, beliau juga selaku pemantau saat guru berinteraksi dengan siswa dalam proses belajar mengajar. Hasilnya ialah materi yang digunakan oleh guru SDN 24 Sui Ambawang dalam proses belajar mengajar, mengacu pada pembelajaran tematik, yang mana pembelajaran tematik adalah bentuk model pembelajaran terpadu yang menggabungkan suatu konsep dalam beberapa materi, pelajaran atau bidang studi menjadi satu tema atau topik pembahasan tertentu sehingga terjadi integrasi antara pengetahuan, keterampilan dan nilai yang memungkinkan siswa aktif menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna dan otentik, yang ditetapkan standar pendidikan kurikukum 2013.

Selain itu sumber materi yang dicari tidak hanya sekedar buku, tetapi juga diperbolehkan bagi guru mencari materi-materi di internet, baik itu berupa website blog, you tube dan sejenisnya, karena di zaman yang canggih sekarang ini guru dituntut aktif dalam pembelajaran untuk mencari materi-materi yang berkaitan dengan mata pelajaran. Sedangkan siswa hanya dituntut untuk mempelajarinya saja, tanpa harus browsing, karena anak di zaman sekarang ini, bukannya malah belajar tetapi kebanyakan main game dan lain sebagainya, oleh karena itu guru yang memfasilitasi dan gurulah yang diperkenankan untuk mengaksesnya, walaupun ada murid yang diperbolehkan, mungkin itu hanya sekedarnya dan ada batasannya.

C. 1. 5. Interaksi Guru Dengan Siswa

Berdasarkan hasil wawancara terhadap Kepala Sekolah SDN 24 Sungai Ambawang, beliau juga selaku pemantau saat guru berinteraksi dengan siswa dalam proses belajar mengajar. Hasilnya ialah interaksi guru dengan siswa di SDN 24 Sui Ambawang, terjadi komunikasi dua arah, dalam artian hal ini mengacu pada metode tanya jawab, sehingga dapat dinyatakan interaksi dua arah aktif komunikasinya antara guru dengan siswa, namun hal ini masih perlu ditingkatkan lagi, karena di lapangan masih ada yang diam saat ditanya (pasif) dan sebagian lagi ada yang menjawab saat ditanya (aktif), sehingga yang pasif ini lagi dicari solusinya untuk aktif seperti siswa yang lainnya, terkait dengan komunikasi satu arah (ceramah) terkait ini banyak yang tidak aktif, sehingga interaksi seperti komunikasi satu arah ini jarang digunakan dan ada juga yang tidak menggunakan.

Maka dari itu SDN 24 Sui Ambawang ini menggunakan Komunikasi dua arah atau two ways communication adalah proses komunikasi dimana terjadi timbal balik (feedback) atau respon saat pesan dikirimkan oleh sumber atau pemberi pesan kepada penerima pesan. Jenis komunikasi ini berbanding terbalik dengan komunikasi satu arah, dimana kedua pihak berperan aktif saling berkesinambungan dan memberikan respon terhadap pesan yang dikirimkan satu sama lain. Komunikasi dua arah banyak ditemukan pada praktek komunikasi interpersonal atau antar pribadi maupun komunikasi kelompok. Jika dilihat sekilas dan secara garis besar, komunikasi dua arah mungkin bisa dianggap bentuk komunikasi yang ideal karena memungkinkan kedua belah pihak memberikan pandangan atau minimal responnya terhadap pesan yang disampaikan. Dibanding komunikasi satu arah yang mungkin tampak terlihat diktator dan tidak adil untuk semua pihak yang berada dalam proses komunikasi, komunikasi dua arah memang memberikan lebih banyak opsi untuk munculnya perbincangan dan pembahasan lebih lanjut mengenai pesan atau topik yang dikomunikasikan.

C. 1. 6. Contoh Ketika Guru Menjelaskan

Berdasarkan hasil wawancara terhadap Kepala Sekolah SDN 24 Sungai Ambawang, beliau juga selaku pemantau saat guru berinteraksi dengan siswa dalam proses belajar mengajar. Hasilnya ialah di SDN 24 Sui Ambawang, contoh guru menjelaskan masih menggunakan metode lama, mereka itu tahu metode-metode yang baru tapi mereka terbiasa dengan metode yang lama, terkait metode yang baru, mereka masih belum terbiasa hal-hal inovasi, sehingga dapat dinyatakan metode pengajaran yang lama yang masih digunakan seperti menjelaskan dengan cara menulis dipapan tulis disertai dengan penjelasan dan lain sebagainya. 

Papan tulis merupakan media dua dimensi yang paling terkenal dan telah cukup lama digunakan di berbagai tempat dalam proses pembelajaran. Termasuklah di SDN 24 Sui Ambawang yang dulunya papan tulis hitam, tetapi sekarang berubah menggunakan papan tulis putih, yang mana papan tulis hitam menggunakan kapur tulis sedangkan papan tulis putih (white board) menggunakan spidol. Papan tulis ini berbahan kayu untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran.

D. PENUTUP

Strategi yang digunakan oleh guru SDN 24 Sui Ambawang dalam proses pembelajaran adalah Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB). Metode yang digunakan dalam proses pembelajaran berupa metode tanya jawab, diskusi, kerja kelompok. Media yang digunakan dalam proses belajar mengajar berupa media menggambar, sehingga anak didik dituntut untuk kreatif berimajinasi dalam menggambarkan hasil dari pemikirannya, kemudian ada media tiga dimensi seperti persegi, kubus, papan tulis dan lain sebagainya. Materi yang digunakan dalam proses belajar mengajar, mengacu pada pembelajaran tematik, yang mana pembelajaran tematik adalah bentuk model pembelajaran terpadu yang menggabungkan suatu konsep dalam beberapa materi, pelajaran atau bidang studi menjadi satu tema atau topik pembahasan tertentu yang ditetapkan berdasarkan kurikukum 2013. Interaksi guru dengan siswa terjadi komunikasi dua arah, dalam artian hal ini mengacu pada metode tanya jawab, sehingga dapat dinyatakan interaksi dua arah aktif komunikasinya antara guru dengan siswa. Contoh guru menjelaskan masih menggunakan metode lama, mereka itu tahu metode-metode yang baru tapi mereka terbiasa dengan metode yang lama, terkait metode yang baru, mereka masih belum terbiasa hal-hal inovasi, sehingga dapat dinyatakan metode pengajaran yang lama yang masih digunakan.

E. LAMPIRAN-LAMPIRAN

1). Kehadiran

2). Foto

3). 1 RPP/RPPH

PERTANYAAN DAN JAWABAN

PERTANYAAN - PERTANYAAN 1. Di dalam makalah anda terdapat pembahasan tentang Aspek-aspek perkembangan, tentu dengan adanya pembahasan terkai...