Rabu, 14 Juli 2021

PERTANYAAN DAN JAWABAN

PERTANYAAN - PERTANYAAN

1. Di dalam makalah anda terdapat pembahasan tentang Aspek-aspek perkembangan, tentu dengan adanya pembahasan terkait perkembangan ini, maka apa hubungannya antara perkembangan dengan anak yang bermasalah, sehingga dapat kita jadikan bahan evaluasi untuk kedepannya ?

2. Anak yang bermasalah telah kita berikan penanganan-penanganan khusus sesuai dengan arahan psikiater/psikolog, namun hal itu masih belum berhasil, maka langkah terbaik apa yang akan kita lakukan selanjutnya ?

3. Terkait (1). Pendekatan disiplin, dan (2). Pendekatan bimbingan dan konseling. Pertanyaannya : Apa manfaat dari kedua pendekatan itu terhadap anak yang bermasalah ?

4. Apa penyebab terjadinya Represi dan bagaimana cara mengatasinya ?

5. Apa perbedaan sinis dan egois. Apakah egois bisa dikatakan sebagai bentuk-bentuk perilaku bermasalah ?

6. Pada pembahasan teknik-teknik dan merawat anak yang bermasalah terdapat penjelasan "Dalam Mengadakan konferensi kasus dengan melibatkan para guru dan orang tua murid. Konferensi kasus ini dimaksudkan untuk menemukan alternatif pemecahan kasus".

Yang ingin saya tanyakan, seperti apa contoh kasusnya dan bagaimana cara yang tepat untuk menyelesaikan kasus tersebut ?

PERTANYAAN DAN JAWABAN SEPUTAR ANAK-ANAK YANG BERMASALAH DAN CARA MENGATASINYA

1. Di dalam makalah anda terdapat pembahasan tentang Aspek-aspek perkembangan, tentu dengan adanya pembahasan terkait perkembangan ini, maka apa hubungannya antara perkembangan dengan anak yang bermasalah, sehingga dapat kita jadikan bahan evaluasi untuk kedepannya ?

Jawabannya : Antara perkembangan dikaitkan dengan anak yang bermasalah, tentu ada hubungannya, maka adapun hubungannya dapat kita lihat pada point G, yang membahas tentang Karakteristik Perkembangan Anak Yang Bermasalah, diantaranya ialah perkembangan fisik dan kesehatan, perkembangan diri, dan perkembangan sosial, saya ungkapkan satu gambaran diantara tiga bagian tadi, misalnya pada perkembangan diri si anak bahwa karakteristik perkembangan yang lemah lebih berkaitan dengan kemampuan dan menerima diri sendiri. Sedangkan kesadaran diri, dan identitas jenis kelamin mulai berkembang terutama pada peserta didik kelas 4, 5 dan 6.

Maka pada intinya hubungan antara perkembangan dengan anak yang bermasalah terdapat pada perkembangan diri si anak yang lemah untuk mengenal dirinya, sehingga lemahnya ini merupakan masalah bagi anak dalam tahap perkembangannya. Sehingga anak pada masa ini dapat dinyatakan perkembangan dirinya bermasalah.


2. Anak yang bermasalah telah diberikan penanganan-penanganan khusus sesuai dengan arahan psikiater/psikolog, namun hal itu masih belum berhasil, maka langkah terbaik apa yang akan kita lakukan selanjutnya ?

Jawabannya : Tentu yang dilakukan oleh psikolog berbagai macam pendekatan dalam menanganinya, jika itu masih belum berhasil, maka ada satu langkah terbaik dalam menangani anak yang bermasalah ini, yang mana langkah ini sangat jarang digunakan.

Adapun langkah terbaiknya, kembali kepada Allah, dalam artian anak itu mungkin mempunyai kesalahan kepada Allah ataupun lalai terhadap perintah Allah seperti halnya tidak shalat, sedangkan shalat itu wajib, walaupun orang itu sakit, kecuali sakitnya itu karena hilang akal, maka tidak wajib baginya. Jadi akibat kesalahan dari kelalaiannya itu, Allah ingin agar orang itu kembali kepada Allah, melalui sakit yang Allah berikan. Maka kembali kepada Allah dengan meminta pertolongan kepada-Nya. Sebagaimana dalam Al-Qur'an dijelaskan :

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَا سْتَعِيْنُوْا بِا لصَّبْرِ وَا لصَّلٰوةِ ۗ وَاِ نَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَ 

Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 45)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

اِيَّا كَ نَعْبُدُ وَاِ يَّا كَ نَسْتَعِيْنُ 

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (QS. Al-Fatihah 1: Ayat 5).

Perlu diperjelas bahwa segala musibah yang terjadi, tentu tidak akan pernah terjadi kecuali hanya Allah yang telah menetapkannya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an :

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗ وَا للّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. At-Taghabun 64: Ayat 11).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَاۤ اَصَا بَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ 

Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy-Syura 42: Ayat 30).


3. Terkait (1). Pendekatan disiplin, dan (2). Pendekatan bimbingan dan konseling. Pertanyaannya : Apa manfaat dari kedua pendekatan itu terhadap anak yang bermasalah ?

Jawabannya : Manfaat pendekatan disiplin.

Sebagai salah satu komponen organisasi sekolah, aturan atau tata tertib peserta didik beserta hukumannya yang ditegakkan untuk mencegah, sekaligus mengatasi terjadinya berbagai penyimpangan perilaku peserta didik. 

Adapun manfaat pendekatan bimbingan dan konseling.

Lebih mengutamakan pada upaya penyembuhan dengan menggunakan berbagai layanan dan teknik yang ada. Penanganan peserta didik bermasalah melalui bimbingan dan konseling sama sekali tidak menggunakan bentuk sanksi apa pun, tetapi lebih mengendalikan pada terjadinya kualitas hubungan interpersonal yang saling percaya diantara konselor dan peserta didik yang bermasalah, sehingga setahap demi setahap peserta didik tersebut dapat memahami dan menerima diri dan lingkungannya, serta dapat mengarahkan diri guna tercapainya penyesuaian diri yang lebih baik.


4. Apa penyebab terjadinya Represi dan bagaimana cara mengatasinya ?

Jawabannya : Terjadinya represi disebabkan karena tidak kuatnya pertahanan mental, yang mana pertahanan mental yang dilakukan secara tidak sadar, saat orang itu mengalami suatu kejadian yang sangat menyakitkan bagi dirinya, sehingga ada rasa trauma terhadap kejadian yang dialaminya, sebagaimana dalam makalah dinyatakan perilaku ini menyembunyikan yang sebenarnya ke luar batas kesadaran dan berupaya melupakan hal-hal yang menimbulkan penderitaan hidupnya. Maka pada intinya, penyebabnya itu karena lemahnya pertahanan mental, sehingga dia tidak mampu mengontrol dirinya, yang mengakibatkan dia menjadi trauma terhadap suatu kejadian yang sangat menyakitkan dalam hidupnya.

Tentu tidak mudah dalam mengatai represi ini, adapun cara mengatasinya tentu harus kita berikan kepada yang ahli dalam bidangnya yaitu psikolog atau psikiater, yang mana mereka memiliki layanan khusus terkait dengan gangguan jiwa yang dialami oleh orang-orang, termasuklah gangguan jiwa itu adalah represi.


5. Apa perbedaan sinis dan egois. Apakah egois bisa dikatakan sebagai bentuk-bentuk perilaku bermasalah ?

Jawabannya : Perlu kita ketahui terlebih dahulu bahwa perilaku sinis ini muncul dari ketidakberdayaan individu untuk berbuat atau berbicara terhadap kelompok. Jadi ada rasa ketidakberdayaan dalam dirinya sehingga perilaku ini menghindar dari penilaian orang lain, disamping itu sifat sinis ini merupakan suatu sifat memandang rendah terhadap orang-orang yang tidak disukainya, sehingga tidak melihat suatu kebaikan apa pun yang ada pada orang itu.

Sedangkan egois ini berarti menempatkan diri dalam satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, baik itu orang yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Oleh karenanya sifat egois ini hanya ingin menang sendiri tanpa memperdulikan perasaan orang lain.

Maka pada intinya letak perbedaan antara perilaku sinis dan egois ada pada objek yang dituju bahwa perilaku sinis dalam penilaiannya memandang rendah hanya kepada orang yang tidak disukainya sedangkan perilaku egois dalam ketidakpeduliannya dan dengan kesombongannya kepada siapapun itu, baik orang yang disukai ataupun tidak. Maka sinis hanya kepada sebagiannya saja sedangkan egois itu menyeluruh. Namun perilaku sinis ini bisa menyeluruh jika rasa ketidakberdayaan muncul dalam dirinya, sebagaimana yang saya nyatakan sebelumnya, dalam pengertian sinis.

Sifat egois ini lebih mementingkan diri sendiri daripada orang lain, sehingga hal ini termasuk dalam kategori yang ingin menampilkan sikap saling bermusuhan dengan adanya persaingan dalam dirinya bahwa dirinya yang lebih baik daripada orang disekitarnya. Sehingga dapat dinyatakan bahwa egois termasuk bentuk-bentuk perilaku bermasalah.

Dalam islam egois ini disebut hasad yang diartikan dengki, pendendam dan puncaknya itu berada pada kesombongan, maka dalam islam hal ini dilarang, karena iblis dikeluarkan dari surga karena dia hasad dan sombong. Kedengkiannya kepada nabi adam dan kesombongannya tidak mau mematuhi perintah Allah, yang mana Allah perintahkan untuk sujud dan memberi salam penghormatan kepada nabi adam, namun iblis menolaknya, sebagaimana dalam al qur'an dinyatakan pada :

Surah Al-Baqarah ayat 34

وَاِ ذْ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰ دَمَ فَسَجَدُوْۤا اِلَّاۤ اِبْلِيْسَ ۗ اَبٰى وَا سْتَكْبَرَ ۖ وَكَا نَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir. (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 34).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَا لَ مَا مَنَعَكَ اَ لَّا تَسْجُدَ اِذْ اَمَرْتُكَ ۗ قَا لَ اَنَاۡ خَيْرٌ مِّنْهُ ۚ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّا رٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ

"(Allah) berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" (Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah. (QS. Al-A'raf 7: Ayat 12).


6. Pada pembahasan teknik-teknik dan merawat anak yang bermasalah terdapat penjelasan "Dalam Mengadakan konferensi kasus dengan melibatkan para guru dan orang tua murid. Konferensi kasus ini dimaksudkan untuk menemukan alternatif pemecahan kasus".

Yang ingin saya tanyakan, seperti apa contoh kasusnya dan bagaimana cara yang tepat untuk menyelesaikan kasus tersebut ?

Jawabannya : Contoh kasusnya seperti sikap bermusuhan, yang mana sikap ini tampak prilaku agresif menyerang, menganggu, bersaing, dan mengecam lingkungan. Maka cara yang tepat untuk menyelesaikannya ialah dengan mengadakan agenda konferensi kasus yang melibatkan orang tua dan anaknya yang bermasalah, kemudian orang tua korban beserta anaknya dan dipimpin oleh kepala sekolah serta para guru yang mempunyai tanggung jawab menjaga keamanan, kesemuanya itu bermusyawarah untuk mengatasi permasalahan tersebut, selanjutnya barulah melalui pendekatan disiplin dan pendekatan bimbingan dan konseling.

Yang mana pendekatan disiplin lebih menekankan pada hukuman, sedangkan pendekatan bimbingan dan konseling lebih menekankan pada terjadinya kualitas hubungan interpersonal yang saling percaya diantara konselor dan peserta didik yang bermasalah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERTANYAAN DAN JAWABAN

PERTANYAAN - PERTANYAAN 1. Di dalam makalah anda terdapat pembahasan tentang Aspek-aspek perkembangan, tentu dengan adanya pembahasan terkai...