Senin, 23 September 2019

Madurace Bahasaku

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Goresan bahasa ku
Madurace in the Madura


Berbicara tentang bahasaku, tentunya bahasa ini merupakan bahasa yang unik dikarenakan logat ny yang mampu membuat orang terheran-heran, lantaran sulit dimengerti bagi sekelompok orang yang memiliki bahasa daerah yang lain, sehingga keunikan bahasa itu yang melenggak lenggok seperti ular yang melingkar di atas pagar, tapi walaupun demikian, aku bangga menjadi bagian dari orang madura, dengan ciri khasnya terhadap persatuan dan kesatuan dalam menegakkan agama, serta mampu berpartisipasi yang baik dengan sekelompok orang yang lain bahasa dengannya.

Baiklah disini saya akan menyampaikan logat-logat dalam berbahasa madura ialah : melaneh kak dintoh, kauleh sareng ajunan satejeh panekah ummatteh kanjeng nabi muhammad, estoneh karena kauleh sareng ajunan sittung akemah, engki kak dintoh akemah islam se rahmatan lil alamin, maka manabi piteh pengsah maupun parpesan, nekah tak sampek memecca dek hubungan teretan se padeh islam, estoneh akemah islam kak dintoh tak manteng dek pengsah maupun tereced, tapeh se epanteng kak dintoh manabi oreng panekah masok islam se ongku-ongku islam, maka setejeh oreng islam sebedeh e tunyyah, panekah sittung teretan, manabi sittung  teretan panekah cek sampek atokaran, akemah islam panekah ngacerakih dek ke damaian tanpa bedenah permosoan e antara sala sittungngeh. Melaneh manabi bedeh se emossoan delem islam tugasseh kauleh sareng ajunan panekah nyekke cek sampek atokaran, kalaben lesan, manabi tak bise kalaben lesan, kalaben perangai, manabi tak bise kalaben perangai, maka panekah  kalaben ateh se adua' dek gusteh ALLAH, se kakdimmah tebu se epaparakih kak dintoh,  e ajerih bik kanjeng nabi dek ummatteh, seamponeh bik kanjeng nabi, lestareh e acerakih dek para sahabatteh.

Ulasan di atas merupakan versi pertama, saya lanjutkan dengan versi kedua dengan pembahasan yang berbeda : se ongkuneh oreng matureh ariah e delem kelakoenneh pen areneh tak leppas deri e tanih, ngarek, ben bedeh se noreh ketta, bahkan bedeh kiyah se elakoh e kantoran, ariah begienneh oreng se sukses, nyaman tetti oreng se sukses ariah, erapah mak deyyeh, polaneh e lakoh tak berre' tedung nyaman, ken mon tak ibede padeneh tak tenang kiyah, polaneh engak se mateyeh, mangkaneh tetti oreng sukses ariah harus pe bennyak ibede, esedeka dek oreng-oreng faker miskin nak-anak jetem, ben pole dek oreng se perloh pentoan, mangkaneh mompong kik odik cek keloppaih bahwa kesuksesan ariah tak deteng secara betibe tapeh sekappineh kenikmatan e delem sukses ariah detengngeh deri ALLAH, mangkaneh pe bennyak a sokkor ben istiqomah e delem ibede de se maha kobesah.

Mungkin ini saja pemaparan singkat terkait bahasa daerah yang setiap hari saya alami dalam lingkungan keluarga, dan ini hanya sekedar tips berbicara dalam berbahasa madura, untuk lebih jelasnya ikuti terus blog ini, dan jika ada sesuatu yang janggal dalam pikiran anda, maka anda bisa menyampaikannya lewat komentar di bawah ini.


Sekian dari saya, semoga dapat menambah wawasan kalian dalam mempelajari setiap bahasa daerah, walaupun kita berbeda-beda bahasa, tapi kita tetap (Bhineka Tunggal Ika) berbeda-beda tapi tetap satu, dan kita juga satu persaudaraan dalam bingkai ISLAM.

Senin, 16 September 2019

Goresan Tintaku Di Kampung Halaman


Assalamualaikum Wr. Wb. Kuawali tulisan ini dengan Goresan tinta.....

Di Kampung Halamanku.....

Kampungku terletak di arah timur khatulistiwa dan berdekatan dengan tugu alianyang yang jaraknya sekitar 30 meter dari rumahku, lebih tepatnya di Kec. Sungai Ambawang Gg. Parit Masigi disebut dengan nama Gg. Parit Masigi karena pada waktu itu ada seorang pemuda yang bernama waksigi, dia yang menyarankan kepada masyarakat untuk membuat Parit  (sungai berukuran sedang yg di buat memanjang ) dikarenakan pada saat itu tidak ada Parit sehingga masyarakat kesulitan untuk mandi serta mencuci peralatan-paralatan lain yang dibutuhkan. Mereka di kampung itu harus menunggu hujan jika hujan tidak turun maka mereka akan kesulitan untuk mendapatkan air yang mereka butuhkan bagi keluarganya. Oleh karena itu waksigi memimpin masyarakat untuk membuat Parit tersebut setelah Parit itu selesai dibuat maka kampung itu diberi nama waksigi tapi waksigi menyuruh masyarakat nya untuk mengubah namanya agar terlihat lebih natural, dia menyarankan dengan sebutan masigi, membuang wak nya di ganti dengan ma, maka jadilah perihal itu hingga sekarang dengan sebutan Masigi dan tidak ada satu orang pun yang berani dari kalangan tokoh masyarakat untuk mengubah nama gelar tersebut.

Kampungku ini terkenal dengan tokoh-tokohnya dari kalangan madura, karena mayoritas dikampung ini adalah orang-orang madura walaupun demikian ada juga orang melayu, bugis, dan jawa. Saya dan masyarakat di kampung ini hidup dengan  damai tanpa memandang perbedaan ras, suku, maupun agama karena yang dipandangnya adalah NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mereka cintai, komitmen yang mereka pegang agar tetap bersatu tanpa adanya perpecahan adalah dengan saling menghargai dan tidak mengganggu antara satu dengan yang lainnya dari batas-batas yang telah digariskan, tentunya saya sangatlah bangga menjadi bagian dari mereka. Masyarakat dikampungku ini sangatlah kental akan nilai-nilai Islam dari aliran NU Nahdatul Ulama yang berpegang teguh terhadap Aqidah ahlussunnah wal jamaah, walaupun dari kalangan luar banyak aliran yang bermacam-macam yang tidak sesuai dengan aliran NU Maka mereka menolaknya karena menurut mereka Aqidah adalah satu-kesatuan yang tidak bisa dipisahkan kecuali perbedaan dalam mazhab maka mereka menerimanya  dengan menelitinya terlebih dahulu untuk disesuaikan dengan mazhab-mazhab yang memang layak untuk dijadikan rujukan.

Setiap kampung halaman seseorang pastinya memiliki kesan tersendiri dari faktor banyaknya kalangan yang berbeda-beda, maka kesan yang terindah ketika kampung itu hidup dengan damai, tanpa membiarkan adanya masalah yang terjadi, karena ketika ada masalah mereka langsung bertindak secara bijak dengan memutuskan serta menetapkan hak-hak yang adil bagi mereka, untuk menyelesaikan sengketa masalah yang ada, maka perlunya kesepakatan atas mereka untuk tidak mengulangi lagi permasalahan yang ada, tentunya dalam hal ini tidak hanya tokoh masyarakat yang harus memimpin, tapi jikalau ada masyarakat yang cerdas serta mampu membina setiap kelompok, maka masyarakat itulah yang memimpin jalannya sidang persengketaan.

Kampung halaman menjadi kerinduan bagi mereka yang sedang menjalani liburan jauh yang cukup lama, serta merantau untuk kerja dan mencari ilmu, pastinya hal itu saya rasakan ketika saya mencari ilmu di ponpes DUBA Darul Ulum Banyuanyar di Kabupaten Pamekasan, hal ini membuat saya semakin rindu akan perubahan-perubahan yang terjadi pada kampung ku ini, dengan seiringnya perputaran roda waktu yang cukup lama aku nantikan, sehingga ketika aku sampai pada waktunya untuk pulang ke kampung dan tak akan kembali ke pondok ini, pasti rasanya berat sekali untuk meninggalkannya, karena banyaknya kenangan-kenangan yang aku lalui bersama teman-teman di sana dan yang paling teringat ketika belajar bersama dalam mengarungi ilmu-ilmu agama, demi menguatkan tauhid, serta lebih mengenal secara dalam terhadap sang pencipta (Allah) dan juga para utusannya (Nabi), juga teringat ketika makan bersama pada waktu perpisahan kelas akhir dan setelah itu kami buat acara perpisahan kepada guru-guru yang telah mengajar kami, selama kami berada di pondok itu, tentunya roda bumi ini pastilah berputar pada saat waktu yang telah ditentukannya. Kemudian ketika saya sampai dirumah ternyata  kampung halaman ku itu banyak terjadi perubahan, seperti jalanan dan bangunan serta kawan-kawanku dahulu yang masih SD ada yang sudah menikah dan ada juga yang masih perawan, perawan itu sendiri singkatan dari ( pengen rapat ditawan ) artinya cepat-cepat ingin di lamar Ha ha ha..... memang yaa kalau perempuan itu tidak sabaran ingin cepat-cepat dilamar karena mungkin takut jadi jomblo selamanya Wk Wk wk.... tapi saya doakan semoga kawan-kawan yang membaca tulisan ini agar segera dipertemukan dengan jodohnya sehingga tidak jomblo selamanya. Karena jadi jomblo itu tidaklah enak kawan-kawan, ketika kita melihat orang lain berpasangan, sedangkan kita masih sendiri tak ada yang menemani, berlarut dalam kesepian yang menyendiri, pastinya hati akan terasa hampa tanpa adanya rasa CINTA, diibaratkan Jika manusia tanpa cinta bagaikan malam tak berbintang, sedangkan cinta tanpa ikatan bagaikan kopi tanpa gula.


Tentu harus adanya pemanis bagi kopi yakni gula agar cinta itu berwarna. Sedangkan cinta yang harus kita implikasikan adalah cinta yang bukan pacaran tapi pendekatan cinta ta'aruf kepada keluarganya untuk meminta restu bahwa anak itu ingin dilamarnya, setelah ada ikatan (akad yang sah) barulah boleh pacaran karena pacaran setelah pernikahan itu indah, bahkan lebih indah dari sekedar untaian kata-kata, maka jangan sampai kita terpengaruh oleh kalangan milenial yang menghalalkan segala cara, demi kesenangan semata, sedangkan hal itu diharamkan oleh agama, tapi yang harus menjadi rujukan adalah para ahlafus shalih yakni para sahabat yang meluapkan kisah CINTAnya dihadapan nabinya, sedangkan nabi muhammad sendiri senang dengan adanya CINTA pada hati para sahabatnya. Mari kita contoh Nabi dan para sahabatnya dalam mengarungi CINTA yang sesungguhnya dari berbagai macam rintangan yang dihadapinya.


Kembali ke cerita kampung halaman bahwa setiap orang pasti merindukan kampung halamannya, karena disanalah dia dilahirkan, dan dibesarkan, dan dari sana pula, dia memulai cerita kehidupannya, dengan dipenuhi berbagai macam rintangan yang menghadangnya, tapi walaupun ombak bergelombang, angin menerjang serta hantaman yang menantang, tapi dia tetap semangat untuk mempertahankan jati dirinya, demi mencapai kesuksesan yang ingin diraihnya, karena sukses baginya tak kenal kata lelah dan tak kenal kata gagal, yang ada hanyalah kesuksesan yang tertunda, sehingga suatu saat nanti dia akan dapat meraihnya.


Sekian dari saya, semoga cerita ini dapat memotivasi para pembaca untuk mengarungi kehidupan yang fatamorgana akan fananya hidup di dunia ini.

Senin, 09 September 2019

DATA PRIBADI

Assalamualaikum Wr.Wb. Alhamdulillah segala puji bagi ALLAH Tuhan semesta alam yang telah memberikan kita nikmat Iman dan tetapnya pendirian kita atas nilai-nilai Islam, sehingga kita berharap semoga kita selalu berada dalam lindungan-Nya Aamiiin Ya Robbal Aalamiin. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada manusia yang agung, beliau adalah merupakan manusia pilihan yang pertama dan yang paling utama yakni Nabi Baginda Muhammad SAW. Semoga kelak dihari kiamat kita mendapatkan syafaatnya Aamiiin.

Baiklah kawan-kawan disini saya ingin memperkenalkan data diri saya pribadi.

Perkenalkan Nama saya Muhammad Khotib Azzain, panggilannya zain tapi di ijazahnya nama saya hanya Muhammad Khotib, tanpa ada Azzain, dikarenakan menyesuaikan terhadap Akta kelahiran yang lebih awal telah dibuat, tentunya jika tidak sesuai antara ijazah dan akta kelahiran, maka akan bermasalah terhadap kelulusan di tingkat sekolah tersebut.

Saya bertempat tinggal di Jln. Trans Kalimantan Parit Masigi, Desa. Ambawang Kuala, Kec. Sungai Ambawang,  Kab. Kubu Raya, Provinsi. Kalimantan Barat.

Menjadi seorang guru adalah profesiku tapi cita-citaku ingin menjadi pengusaha, mungkin dua hal yang berbeda mustahil untuk bersama tapi bisa bersama, jika kita yakin pada-Nya, karena, di dalam hadits kudsinya ALLAH menegaskan (Saya (ALLAH) tergantung prasangka hamba-Ku), dapat diambil suatu pengertian bahwa, apabila kita yakin kepada ALLAH, maka kemudahan yang akan Dia berikan, tetapi, apabila kita tidak yakin akan janji-Nya, justru sebaliknya yang akan terjadi. Oleh sebab itu, YAKIN kepada-Nya merupakan modal utama untuk menuju kesuksesan, karena kesuksesan hanya ada pada-Nya dan akan diberikan kepada setiap hamba-hamba-Nya yang mau berusaha di jalan-Nya.

Setiap orang pasti memiliki cita-cita dalam mengarungi hidup ini karena ketika menjalani hidup ini tanpa diiringi dengan adanya cita-cita maka diibaratkan langit tak berawan, jika langit tak berawan, maka tak kan turun hujan dan jika hujan tidak turun, maka dampaknya tumbuh-tumbuhan akan layu hewan kelaparan dan lain sebagainya, tentunya hal ini akan mengakibatkan terjadinya kerusakan dimuka bumi, oleh sebab itu kita harus  mempertahankan jati diri kita, dari setiap yang kita impikan, dengan berjuang tanpa kenal lelah, dan berusaha tanpa berputus asa, serta selalu berdoa, agar selalu diberikan kemudahan oleh-Nya, karena jika itu kita lakukan. Maka pintu gerbang kesuksesan sudah menanti kita, untuk mewujudkan masa depan. Masa depan yang indah adalah impian bagi setiap insan sedangkan masa depan itu tidaklah mudah seperti halnya membalikkan telapak tangan tapi ada banyak rintangan yang menghadang, Itulah namanya kehidupan tak kan mungkin kita terhindar dari berbagai macam rintangan, pastilah ada saja ujian yang menghadang, karena sejatinya kita adalah manusia biasa, tak berkuasa yang rentan akan dosa-dosa kecuali, hanyalah Dia yang menguasai atas segala-galanya, walaupun Dia (ALLAH) memiliki kekuasaan, tapi tetap Dia menyuruh setiap hamba-hamba-Nya yang beriman untuk tidak berputus asa dalam meraih keridhaan-Nya, karena Dia mencintai hamba-hamba-Nya yang mau menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Sehingga perlu kita hayati bahwa betapa CINTA-Nya ALLAH kepada setiap hamba-hamba-Nya, bahkan orang-orang yang tak berimanpun (kafir), tetap ALLAH berikan jalan kepadanya, untuk menuju hidayah-Nya. Pastinya kita sebagai seorang hamba, apabila kita yakin kepada ALLAH bahwa dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan dan dari setiap jalan kemudahan tidak lain hanyalah dari Sang Maha Kuasa yang menguasai atas segala-galanya.

Kesuksesan itu berawal dari kemauan dan tekad yang sungguh-sungguh di dalam berjuang, serta tidak kenal lelah dan pantang menyerah untuk mendapatkannya. Maka hadapi segala rintangan dan jangan pernah hilang harapan, karena ketika kamu masih memiliki harapan disitulah kamu memiliki masa depan.

Sekian dari saya, semoga tulisan ini dapat memberikan motivasi bagi para pembaca serta dapat memberikan manfaat di dalam mengarungi kehidupan ini.

SALAM SUKSES BERJAMAAH



PERTANYAAN DAN JAWABAN

PERTANYAAN - PERTANYAAN 1. Di dalam makalah anda terdapat pembahasan tentang Aspek-aspek perkembangan, tentu dengan adanya pembahasan terkai...