Selasa, 15 Oktober 2019

RESUME SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI

RESUME SISTEMATIKA PENULISAN
SKRIPSI MAHASISWA PAI/FTIK
IAIN PONTIANAK

NAMA : MUHAMMAD KHOTIB
NIM : 11901217
SEMESTER/KELAS : I/D




UPAYA MENINGKATKAN SIKAP DISIPLIN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ACTION LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS XI IPA 3 DI SMA NEGERI 6 PONTIANAK TAHUN PELAJARAN 2014/2015


SKRIPSI

OLEH :
JONI SUKIRMAN
NIM. 1111111112

MOTTO :
Jadikanlah Dirimu Sebagaimana yang Kamu Inginkan

ABSTRAK
JONI SUKIRMAN (2011). Upaya meningkatkan Sikap Disiplin Dengan Menggunakan Model Action Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas XI IPA 3 Di SMA Negeri 6 Pontianak Tahun Ajaran 2014/2015. Skripsi. Pontianak. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Pontianak, 2015. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan tentang tidak optimal pembelajaran pendidikan agama Islam dalam membentuk sikap disiplin siswa. Oleh karena itu, diperlukan model action learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara merancang, melaksanakan, tindak lanjut dan melihat peningkatan sikap disiplin setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model Action Learning. Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan menggunakan pendekatan kombinasi antara pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif (mixed methode). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang mana disetiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan pengukuran. Data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan prosedur kualitatif dan prosedur kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Merancang pembelajaran untuk meningkatkan sikap disiplin guru menetapkan pokok bahasan, membuat RPP, menyiapkan materi, menyiapkan tofik diskusi, menyiapkan media pembelajaran, membuat lembar observasi dan kolaboratif bersama dengan model Action Learning. 2). Melaksanakan pembelajaran pendidikan agama Islam menggunakan model Action Learning dengan tahapan-tahapan : pembentukan kelompok, persentasi masalah atau tugas kelompok, perumusan kembali masalah, menentukan tujuan, mengembangkan tindakan strategi, sehingga tanpak sikap disiplin : datang dan pulang tepat waktu, menyerahkan tugas sesuai ketentuan, membawa perlengkapan belajar sesuai mata pelajaran, memakai seragam sesuai aturan, mematuhi tata tertib kelas.  3). Melaksanakan penilaian sikap disiplin dengan cara observasi, Peer Assessment, Self Assessment pada kegiatan siklus 1 dan 2. Sehingga tanpak sikap disiplin yakni datang dan pulang tepat waktu, menyerahkan tugas sesuai ketentuan, membawa perlengkapan belajar sesuai mata pelajaran, memakai seragam sesuai aturan, mematuhi tata tertib kelas.  4). Terdapat peningkatan sikap disiplin antara siklus pertama dan siklus kedua. Siklus pertama dengan nilai rata-rata 2.37 termasuk katagori tinggi (T) dan pada siklus kedua dengan nilai 3.54 termasuk katagori sangat tinggi (ST). Dengan persentasi peningkatan sebesar 4% pada siswa kelas XI IPA 3 di SMA Negeri 6 Pontianak Tahun Pelajaran 2014/2015.


DAFTAR ISI

ABSTRAK...........................................................ii
KATA PENGANTAR..........................................iii 
DAFTAR ISI......................................................vi
DAFTAR TABEL..............................................viii
DAFTAR GAMBAR.............................................x
DAFTAR LAMPIRAN........................................xi

BAB I : PENDAHULUAN.....................................1

A. Latar Belakang.........................................................1
B. Rumusan Masalah.................................................10
C. Tujuan Penelitian...................................................11
D. Manfaat Penelitian................................................12

BAB II : UPAYA MENINGKATKAN SIKAP DISIPLIN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ACTION LEARNING...........................................14

A. Penelitian Terdahulu............................................14
B. Pengertian Upaya...................................................15
C. Pengertian Meningkatkan...................................15
D. Pengertian Sikap....................................................16
E. Pengertian Sikap Disiplin....................................17
F. Sikap Disiplin Yang Akan Dikembangkan.......19
G. Model Action Learning.........................................19
1. Pengertian Action Learning.................................19
2. Tahapan Action Learning.....................................20
H. Kerangka Fikir Action Learning........................21
I. Hipotesis Tindakan Action Learning.................22

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN..............23

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian.......................23
B. Lokasi dan Waktu Penelitian..............................24
C. Sumber Data............................................................26
D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data.................26
E. Teknik Analisis Data..............................................29
F. Tahapan Penelitian................................................34
G. Rancangan Penelitian...........................................35


BAB IV : PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN..................................................40

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian................40
B. Deskripsi Penelitian..............................................47
C. Pembahasan Hasil Penelitian.............................75
D. Jawaban Bahan Sub Masalah.............................81


BAB V : PENUTUP...............................................87

A. Kesimpulan..............................................................87
B. Saran..........................................................................88

DAFTAR PUSTAKA.............................................90
LAMPIRAN.........................................................92


KUTIPAN :

1. Menurut Soegeng Prijodarminto (dalam Cecep Darmawan, 2006: 110), disiplin adalah kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban.

2. Salah satu ciri insan yang berkarakter adalah memiliki sikap disiplin. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dan salah satu indikasi manusia berkualitas adalah yang memiliki disiplin tinggi baik dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Kadir Djailani, 2003 : 3).

3. Dalam hal karakter ini Ki Hajar Dewantara (1962), bahwa “ orang yang telah mempunyai kecerdasan, maka budi pekerti akan senantiasa memikirkan dan merasakan serta selalu menjadi ukuran, timbangan, dan dasar-dasar yang pasti dan tetap” (Ine Kusman Aryani, 2010 : 5).

4. Menurut Poerwadarminta (1982 : 132) upaya adalah “usaha (syarat) untuk menyampaikan sesuatu maksud, akal, ikhtiar”. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (789) “upaya ialah usaha ikhtiar untuk mencapai maksud tertentu”.

5. Menurut Moeliono (dalam Sawiwati, 2009: 4), peningkatan adalah sebuah cara atau usaha, yang dilakukan untuk mendapatkan keterampilan atau kemampuan menjadi lebih baik.

6. Menurut Gordon Allport (dalam Abd. Rachman Abror, 1993 : 108) sikap adalah keadaan kesiapan mental dan susunan syaraf, yang mempengaruhi atau yang dinamis terhadap respon individu atas semua obyek atau situasi yang berhubungan.

7. Ekosiswayo & Rachman (2000 : 97) : disiplin adalah pernyataan sikap mental individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan.

8. Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) (1997:11), makna kata disiplin dapat dipahami dalam kaitannya dengan latihan yang memperkuat, koreksi dan sanksi, kendali atau terciptanya ketertiban, keteraturan dan sistem aturan tata laku.

9. Johar Permana, Nursisto (1986: 14), Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dan serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban.

10. Salladien (I995), disiplin berasal dari bahasa latin diciplina yang diambil dari discere yang maknanya belajar. Namun istilah ini berkembang menjadi instruksi hukuman dalam pengertian mendidik, kepatuhan akan norma, dan peraturan termasuk tata tertib yang umum berlaku di masyarakat dan bagi yang melanggarnya akan mendapat sanksi yang berlaku.


DAFTAR PUSTAKA

Abd. Rachman Abror, 1993, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.

Ali Hasmy dkk, 2011, Pelaksanaan Penelitian Tindakan Di Ruang Kelas  (Classroom Action Research). Pontianak: Omega - Hat Statistical Consulting.

Asmaun Sahlan dan Angg Teguh Prastyo, 2012, Desain Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter. Jogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Asep Jihad dan Abdul Haris, 2013, Evaluasi Pembelajaran,  Jogyakarta: Multi Pressindo.

Aqib, Z. (2006), Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: Yrama Widya.

Cecep Darmawan, 2006, Kiat  Sukses Manajemen Rasulullah, Bandung: Khazanah Intelektual.

Djunaidi Ghony, 2008, Penelitian Tindakan Kelas, Malang: UIN Malang Press.

Daryanto dan Suryatri darmiatun, S.s. 2013, Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah, Jogyakarta: gava Media.

Elvinaro Ardianto, 2010, Metodologi Penelitian untuk Public Relation Kuantitatif dan Kualitatif, Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Emzir, 2011, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kualitatif dan Kuantitatif, Jakarta: Rajawali Pers.

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERTANYAAN DAN JAWABAN

PERTANYAAN - PERTANYAAN 1. Di dalam makalah anda terdapat pembahasan tentang Aspek-aspek perkembangan, tentu dengan adanya pembahasan terkai...