Jumat, 29 November 2019

RINGKASAN ARTIKEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

NAMA : MUHAMMAD KHOTIB
NIM : 11901217
SEMESTER / KELAS : I / D
JURUSAN / FAKULTAS : PAI / FTIK
DOSEN PENGAMPU : FARNINDA ADITYA, M.Pd.

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


Pendidikan agama islam adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap kepribadian dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agama islam, yang sekurang-kurangnya dilaksanakan melalui mata pelajaran, jenjang kuliah dan jenis pendidikan.

pengertian pendidikan islam menurut Zakiyah Daradjat, sebagaimana dikutip oleh Umiarso, adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran islam secara menyeluruh. (Umiarso & Zamroni, 2011: 90).

pendidikan islam menurut Abdurahman Nahlawi, sebagaimana dikutip oleh Nur Uhbiyanti, adalah pengaturan pribadi dan masyarakat yang karenanya dapatlah memeluk islam secara logis dan sesuai secara keseluruhan, baik dalam kehidupan individu maupun kolektif. (Nur Uhbiyati, 1998: 9).

Adapun landasannya berpacu pada dalil yang berbunyi : tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya, apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (QS. At-Taubah 9 : 122). Dalam ayat ini diterangkan bahwa setidaknya diantara seluruh golongan itu, jangan pergi semuanya ke medan perang, tapi pergilah sebagian saja, dan sebagiannya itu dianjurkan untuk memperdalam ilmu pengetahuan tentang agama, karena begitu pentingnya ilmu pengetahuan itu untuk menyeru kepada orang-orang yang tidak mengetahui.

Dalam kehidupan ini, sebagai umat muslim, kita diwajibkan untuk hidup secara islami dalam nilai-nilai pendidikan agama islam, dimana segala hal dalam kehidupan harus dijalankan sesuai dengan ketentuan Allah. Maka dari itu setiap muslim harus berusaha mewujudkannya, dengan cara meniatkan, segala hal yang dilakukannya atas dasar karena Allah. Sehingga dapat dinilai bagian dari ibadah. Maka dengan ini kita semua dapat mengerti bahwa islam mencakup keseluruhan, termasuk dalam kehidupan sehari-hari, segala perbuatan kita harus bersandar pada hukum-hukum islam, baik itu dari hubungan kita dengan Allah (Hablumminallah), dengan diri sendiri, ataupun dengan orang lain (Hablumminannas).

Pendidikan islam merupakan suatu proses yang berlangsung secara kontinue dan berkesinambungan. Berdasarkan hal ini, maka tugas dan fungsi Pendidikan islam yang perlu diemban adalah pendidikan manusia seutuhnya dan berlangsung sepanjang hayat. Oleh karena itu, konsep Pendidikan islam harus menawarkan beberapa hal, antara lain:

A). Karena bersumber dari kebenaran ilahiah, maka ia menawarkan kesempurnaan dan keutamaan hidup sekaligus terbebas dari kekurangan.
B). Meliputi segenap aspek kehidupan manusia.
C). Berlaku universal, tidak terbatas hanya pada bangsa tertentu.
D). Berlaku sepanjang masa, tidak dibatasi oleh musim atau saat-saat tertentu saja.
E). Sangat sesuai dengan fitrah kemanusiaan, bahkan menyiapkan pengembangan naluri-naluri kemanusiaan hingga tercapainya kebahagiaan yang hakiki.
F). Memberikan keseimbangan, keserasian, dan keselarasan pada aspek kemanusiaan. (Adi Sasono, 1998: 88)

Merujuk pengertian pendidikan islam menurut beberapa ahli pendidikan islam di atas, pendidikan islam merupakan proses edukasi untuk manusia yang secara integral berorientasi pada ranah intelektual (al-Aql) yang akan mengasah kemampuan kognisi dalam menganalisis dan berpikir manusia tentang dirinya dan alam, emosioanl (An-Nafs) yang akan membentuk ranah afektif dalam sikap atau moral dan keterampilan atau skill manusia dalam menjalani hidup bermasyarakat, dan spiritual (Ar-Ruh) yang akan melandasi segala perbuatannya berdimensikan ketuhanan yang bernafaskan Islam.

Kamis, 28 November 2019

ULASAN SEBUAH BUKU

NAMA : MUHAMMAD KHOTIB
NIM : 11901217
SEMESTER / KELAS : I / D
JURUSAN / FAKULTAS : PAI / FTIK
DOSEN PENGAMPU : FARNINDA ADITYA, M.Pd.

ULASAN SEBUAH BUKU 
TENTANG

INOVASI KURIKULUM PONDOK PESANTREN SALAFIYAH



Sebagai sebuah lembaga pendidikan yang secara struktural harus tunduk pada regulasi yang ditetapkan oleh otoritas pemerintah, pondok pesantren tidak terlepas dari dinamika perubahan kurikulum secara nasional. Sebagai lembaga pendidikan yang berbasis masyarakat maka pondok pesantren menggunakan kurikulum yang berbasis masyarakat, yang menekankan keterpaduan antara tiga lingkungan pendidikan, yaitu lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Tiap-tiap kurikulum memang memiliki kelebihan dan kekurangan serta titik tekan yang berbeda, namun secara garis besar tujuannya sama yakni pembenahan sistem pendidikan lebih terarah. Orientasinya adalah peningkatan mutu pendidikan pada skala nasional. Lebih jauh lagi adalah sebagai jalan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 melalui pendidikan keagamaan, agar masyarakat negeri ini sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia dalam bidang pendidikan. Itulah alasan mengapa kurikulum menjadi sangat penting untuk diperbaharui, sebab ia merupakan jantung bagi jalannya pendidikan.

Dalam kaitannya dengan dinamika kurikulum tersebut, pondok pesantren pada dasarnya selalu konsisten mengikuti apa yang telah ditentukan meskipun tidak maksimal, karena harus menyesuaikan dengan kurikulum pondok pesantren yang banyak memuat materi-materi keagamaan yang tidak terdapat dalam kurikulum nasional.

Kurikulum yang ada di pondok pesantren sangat bergantung pada model pondok pesantren tersebut. Pondok pesantren tradisional (salafiyah) secara garis besar tidak mengajarkan pelajaran umum, pelajaran agama biasanya diambil dari kitab-kitab karangan ulama-ulama terdahulu (kitab kuning), kurikulum pada pendidikan pondok pesantren ini didasarkan pada tujuan-tujuan akhirat semata. Kelemahan yang selalu menghinggapi kurikulum pesantren salafiyah yakni hegemoni pengelola lembaganya (kyai) yang sangat dominan. Namun pada perkembangan selanjutnya banyak juga pesantren tradisional yang memasukkan pelajaran umum seiring dengan terbukanya wawasan kyai, bahwa pengajaran ilmu umum tidaklah menyimpang dari ajaran islam. Namun jika ditelusuri, dalam pondok pesantren manhaj (kurikulum) yang dipakai begitu mandiri. Kurikulum di pesantren salafiyah tidak memakai bentuk silabus. Tetapi berupa jenjang level kitab-kitab dalam berbagai disiplin ilmu yang pembelajarannya dilaksanakan dengan pendekatan tradisional sehingga penjenjangan tidak dilaksanakan dalam satu waktu melainkan berdasarkan tamatnya kitab yang dipelajari.

Di pondok pesantren yang bermanhaj salafiyah ini, dengan menyelesaikan satu kitab tertentu, santri dapat naik jenjang berikutnya, dengan mempelajari kitab yang lebih berbobot dan tingkatannya lebih tinggi lagi. Berbeda dengan pesantren yang modern, yang diyakini sudah mengintegrasikan pelajaran umum dengan pelajaran pesantren dalam kurikulumnya. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (SNP Pasal 1 : 16).

Kurikulum berfungsi sebagai sumber kegiatan akademis untuk mencapai tujuan pendidikan. Munculnya penemuan-penemuan baru dalam segala bidang kehidupan, merupakan prestasi kalangan pendidikan. Karenanya kurikulum hendaknya lebih berorientasi ke masa depan dan kepentingan anak didik, sesuai dengan tantangan zaman modern yang mementingkan prestasi bukan prestise (Mastuhu, 1999 : 103).




JUDUL BUKU : INOVASI KURIKULUM PONDOK PESANTREN SALAFIYAH
PENERBIT : PUSTAKA ONE
TAHUN TERBIT :  2018
ALAMAT PENERBIT : KAL-BAR INDONESIA
NAMA PENGARANG : MOHAMMAD HASIB, M.Pd.I

Selasa, 15 Oktober 2019

RESUME SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI

RESUME SISTEMATIKA PENULISAN
SKRIPSI MAHASISWA PAI/FTIK
IAIN PONTIANAK

NAMA : MUHAMMAD KHOTIB
NIM : 11901217
SEMESTER/KELAS : I/D




UPAYA MENINGKATKAN SIKAP DISIPLIN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ACTION LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS XI IPA 3 DI SMA NEGERI 6 PONTIANAK TAHUN PELAJARAN 2014/2015


SKRIPSI

OLEH :
JONI SUKIRMAN
NIM. 1111111112

MOTTO :
Jadikanlah Dirimu Sebagaimana yang Kamu Inginkan

ABSTRAK
JONI SUKIRMAN (2011). Upaya meningkatkan Sikap Disiplin Dengan Menggunakan Model Action Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas XI IPA 3 Di SMA Negeri 6 Pontianak Tahun Ajaran 2014/2015. Skripsi. Pontianak. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Pontianak, 2015. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan tentang tidak optimal pembelajaran pendidikan agama Islam dalam membentuk sikap disiplin siswa. Oleh karena itu, diperlukan model action learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara merancang, melaksanakan, tindak lanjut dan melihat peningkatan sikap disiplin setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model Action Learning. Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan menggunakan pendekatan kombinasi antara pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif (mixed methode). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang mana disetiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan pengukuran. Data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan prosedur kualitatif dan prosedur kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Merancang pembelajaran untuk meningkatkan sikap disiplin guru menetapkan pokok bahasan, membuat RPP, menyiapkan materi, menyiapkan tofik diskusi, menyiapkan media pembelajaran, membuat lembar observasi dan kolaboratif bersama dengan model Action Learning. 2). Melaksanakan pembelajaran pendidikan agama Islam menggunakan model Action Learning dengan tahapan-tahapan : pembentukan kelompok, persentasi masalah atau tugas kelompok, perumusan kembali masalah, menentukan tujuan, mengembangkan tindakan strategi, sehingga tanpak sikap disiplin : datang dan pulang tepat waktu, menyerahkan tugas sesuai ketentuan, membawa perlengkapan belajar sesuai mata pelajaran, memakai seragam sesuai aturan, mematuhi tata tertib kelas.  3). Melaksanakan penilaian sikap disiplin dengan cara observasi, Peer Assessment, Self Assessment pada kegiatan siklus 1 dan 2. Sehingga tanpak sikap disiplin yakni datang dan pulang tepat waktu, menyerahkan tugas sesuai ketentuan, membawa perlengkapan belajar sesuai mata pelajaran, memakai seragam sesuai aturan, mematuhi tata tertib kelas.  4). Terdapat peningkatan sikap disiplin antara siklus pertama dan siklus kedua. Siklus pertama dengan nilai rata-rata 2.37 termasuk katagori tinggi (T) dan pada siklus kedua dengan nilai 3.54 termasuk katagori sangat tinggi (ST). Dengan persentasi peningkatan sebesar 4% pada siswa kelas XI IPA 3 di SMA Negeri 6 Pontianak Tahun Pelajaran 2014/2015.


DAFTAR ISI

ABSTRAK...........................................................ii
KATA PENGANTAR..........................................iii 
DAFTAR ISI......................................................vi
DAFTAR TABEL..............................................viii
DAFTAR GAMBAR.............................................x
DAFTAR LAMPIRAN........................................xi

BAB I : PENDAHULUAN.....................................1

A. Latar Belakang.........................................................1
B. Rumusan Masalah.................................................10
C. Tujuan Penelitian...................................................11
D. Manfaat Penelitian................................................12

BAB II : UPAYA MENINGKATKAN SIKAP DISIPLIN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ACTION LEARNING...........................................14

A. Penelitian Terdahulu............................................14
B. Pengertian Upaya...................................................15
C. Pengertian Meningkatkan...................................15
D. Pengertian Sikap....................................................16
E. Pengertian Sikap Disiplin....................................17
F. Sikap Disiplin Yang Akan Dikembangkan.......19
G. Model Action Learning.........................................19
1. Pengertian Action Learning.................................19
2. Tahapan Action Learning.....................................20
H. Kerangka Fikir Action Learning........................21
I. Hipotesis Tindakan Action Learning.................22

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN..............23

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian.......................23
B. Lokasi dan Waktu Penelitian..............................24
C. Sumber Data............................................................26
D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data.................26
E. Teknik Analisis Data..............................................29
F. Tahapan Penelitian................................................34
G. Rancangan Penelitian...........................................35


BAB IV : PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN..................................................40

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian................40
B. Deskripsi Penelitian..............................................47
C. Pembahasan Hasil Penelitian.............................75
D. Jawaban Bahan Sub Masalah.............................81


BAB V : PENUTUP...............................................87

A. Kesimpulan..............................................................87
B. Saran..........................................................................88

DAFTAR PUSTAKA.............................................90
LAMPIRAN.........................................................92


KUTIPAN :

1. Menurut Soegeng Prijodarminto (dalam Cecep Darmawan, 2006: 110), disiplin adalah kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban.

2. Salah satu ciri insan yang berkarakter adalah memiliki sikap disiplin. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dan salah satu indikasi manusia berkualitas adalah yang memiliki disiplin tinggi baik dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Kadir Djailani, 2003 : 3).

3. Dalam hal karakter ini Ki Hajar Dewantara (1962), bahwa “ orang yang telah mempunyai kecerdasan, maka budi pekerti akan senantiasa memikirkan dan merasakan serta selalu menjadi ukuran, timbangan, dan dasar-dasar yang pasti dan tetap” (Ine Kusman Aryani, 2010 : 5).

4. Menurut Poerwadarminta (1982 : 132) upaya adalah “usaha (syarat) untuk menyampaikan sesuatu maksud, akal, ikhtiar”. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (789) “upaya ialah usaha ikhtiar untuk mencapai maksud tertentu”.

5. Menurut Moeliono (dalam Sawiwati, 2009: 4), peningkatan adalah sebuah cara atau usaha, yang dilakukan untuk mendapatkan keterampilan atau kemampuan menjadi lebih baik.

6. Menurut Gordon Allport (dalam Abd. Rachman Abror, 1993 : 108) sikap adalah keadaan kesiapan mental dan susunan syaraf, yang mempengaruhi atau yang dinamis terhadap respon individu atas semua obyek atau situasi yang berhubungan.

7. Ekosiswayo & Rachman (2000 : 97) : disiplin adalah pernyataan sikap mental individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan.

8. Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) (1997:11), makna kata disiplin dapat dipahami dalam kaitannya dengan latihan yang memperkuat, koreksi dan sanksi, kendali atau terciptanya ketertiban, keteraturan dan sistem aturan tata laku.

9. Johar Permana, Nursisto (1986: 14), Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dan serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban.

10. Salladien (I995), disiplin berasal dari bahasa latin diciplina yang diambil dari discere yang maknanya belajar. Namun istilah ini berkembang menjadi instruksi hukuman dalam pengertian mendidik, kepatuhan akan norma, dan peraturan termasuk tata tertib yang umum berlaku di masyarakat dan bagi yang melanggarnya akan mendapat sanksi yang berlaku.


DAFTAR PUSTAKA

Abd. Rachman Abror, 1993, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.

Ali Hasmy dkk, 2011, Pelaksanaan Penelitian Tindakan Di Ruang Kelas  (Classroom Action Research). Pontianak: Omega - Hat Statistical Consulting.

Asmaun Sahlan dan Angg Teguh Prastyo, 2012, Desain Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter. Jogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Asep Jihad dan Abdul Haris, 2013, Evaluasi Pembelajaran,  Jogyakarta: Multi Pressindo.

Aqib, Z. (2006), Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: Yrama Widya.

Cecep Darmawan, 2006, Kiat  Sukses Manajemen Rasulullah, Bandung: Khazanah Intelektual.

Djunaidi Ghony, 2008, Penelitian Tindakan Kelas, Malang: UIN Malang Press.

Daryanto dan Suryatri darmiatun, S.s. 2013, Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah, Jogyakarta: gava Media.

Elvinaro Ardianto, 2010, Metodologi Penelitian untuk Public Relation Kuantitatif dan Kualitatif, Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Emzir, 2011, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kualitatif dan Kuantitatif, Jakarta: Rajawali Pers.

















Senin, 07 Oktober 2019

HASIL DARI PENELITIAN

PENELITIAN DALAM STUDI BAHASA INDONESIA

FOTO 1
Alamat : Jln. Trans Kalimantan Parit Masigi, di samping kanan Gg. Parit Masigi.
Waktu
Pukul : 06 : 04
Tanggal : 2 Oktober 2019
Analisis : Dalam penulisan kata "DEVI", terdapat kesalahan pada huruf kapitalnya. Karena, huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk juga julukan sehingga dapat dipahami bahwa hanya kalimat awal yang menggunakan huruf kapital, sedangkan setelahnya tidak menggunakan huruf kapital. Maka yang benar dari segi penulisannya adalah "Devi".
Sumber : BUKU PUEBI
Oleh : Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum.
Penerbit : Katalog dalam Terbitan (KDT), Jakarta.


FOTO 2
Alamat : Jln. Trans Kalimantan Parit Masigi, di samping kanan Gg. Parit Masigi.
Waktu
Pukul : 06 : 04
Tanggal : 2 Oktober 2019
Analisis : Pada penulisan kata "Ayam Geprek" terdapat kekeliruan dari segi penulisan huruf kapitalnya, karena huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang merupakan nama jenis atau satuan ukuran. Maka yang benar dari segi penulisannya ialah "Ayam geprek".
Sumber : BUKU PUEBI
Oleh : Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum.
Penerbit : Katalog dalam Terbitan (KDT), Jakarta.



FOTO 3
Alamat : Jln. Trans Kalimantan Parit Masigi, diseberang Gg. Parit Masigi.
Waktu
Pukul  : 06 : 10
Tanggal : 2 Oktober 2019
Analisis : Terkait kata "Indomaret", perihal ini bukanlah termasuk dalam kata imbuhan (awalan, sisipan, akhiran, serta gabungan awalan dan akhiran) yang ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya. Akan tetapi, kata ini berdiri sendiri yang mana perihal ini merupakan nama lembaga atau instansi pertokoan. Sedangkan penulisannya sesuai dengan EYD/PUEBI, karena huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat.
Sumber : BUKU PUEBI
Oleh : Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum.
Penerbit : Katalog dalam Terbitan (KDT), Jakarta.




FOTO 4
Alamat : Jln. Trans Kalimantan Parit Masigi, sebelum bundaran alianyang, sebelah kirinya.
Waktu 
Pukul : 06 : 12
Tanggal : 2 Oktober 2019
Analisis : Pada penulisan kata "War Kop". Maka terkait kata ini, berada dalam pembahasan akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata, atau gabungan huruf, dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital. Maka penulisan yang benar ialah "Warkop".
Sumber : BUKU PUEBI
Oleh : Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum.
Penerbit : Katalog dalam Terbitan (KDT), Jakarta.



FOTO 5
Alamat : Jln. Trans Kalimantan Parit Masigi, sebelum bundaran alianyang, sebelah kirinya.
Waktu
Pukul  : 06 : 12
Tanggal : 2 Oktober 2019
Analisis : Pada kata " BINTANG MOTOR" dari segi penulisan yang benar dalam kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan, dan ini juga termasuk dalam penulisan huruf kapital, karena hanya kalimat awal yang menggunakan huruf kapital, sedangkan setelahnya tidak menggunakan huruf kapital. Maka yang benar dari segi penulisannya ialah "Bintang Motor".
Sumber : BUKU PUEBI
Oleh : Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum.
Penerbit : Katalog dalam Terbitan (KDT), Jakarta.



FOTO 6
Alamat : Jln. Trans Kalimantan Parit Masigi, sebelum bundaran alianyang, sebelah kirinya.
Waktu
Pukul  : 06 : 13
Tanggal : 2 Oktober 2019
Analisis : Pada tulisan "80 MTR" terdapat kekeliruan, karena yang sebenarnya, angka dipakai untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas, isi, dan waktu serta nilai uang. Maka tulisan yang benar ialah "80 Meter", tanpa menyingkat satuan setelah angka.
Sumber : BUKU PUEBI
Oleh : Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum.
Penerbit : Katalog dalam Terbitan (KDT), Jakarta.



FOTO 7
Alamat : Jln. Trans Kalimantan Parit Masigi, di depan terminal ambawang.
Waktu
Pukul   : 06 : 23
Tanggal : 2 Oktober 2019
Analisis : Dalam tulisan kata "ALBN" (Antar Lintas Batas Negara) merupakan singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata yang bukan nama diri, ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Maka penulisan tersebut telah sesuai dengan EYD/PUEBI.
Sumber : BUKU PUEBI
Oleh : Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum.
Penerbit : Katalog dalam Terbitan (KDT), Jakarta.



FOTO 8
Alamat : Jln. Trans Kalimantan Parit Masigi, di samping borneo bussines icon
Waktu
Pukul : 06 : 20
Tanggal : 2 Oktober 2019
Analisis : Terkait dengan kata "DILARANG" terdapat kesalahan dalam pembahasan kata depan. Karena kata depan, seperti di, ke, dan dari, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Seperti dalam contoh "Di larang". Maka ini yang sesuai dalam penulisan kata depan.
Sumber : BUKU PUEBI
Oleh : Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum.
Penerbit : Katalog dalam Terbitan (KDT), Jakarta.




FOTO 9
Alamat : Jln. Trans Kalimantan Parit Masigi, di samping kanan Gg. Parit Masigi.
Waktu
Pukul : 06 : 07
Tanggal : 2 Oktober 2019
Analisis : Terkait pada penulisan "Si Kembar" terdapat kesalahan pada kata "kembar" karena tidak termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna, baik itu nama negara, lembaga, badan, organisasi ataupun dokumen. Akan tetapi itu hanyalah kalimat penjabaran  agar terlihat jelas eksistensi yang ada di dalam nya. Mengenai penulisan "Si" telah benar, karena kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Maka penulisan yang benar ialah "Si kembar".
Sumber : BUKU PUEBI
Oleh : Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum.
Penerbit : Katalog dalam Terbitan (KDT), Jakarta.



FOTO 10
Alamat : Jln. Trans Kalimantan Parit Masigi, di seberang Gg. Parit Masigi.
Waktu
Pukul  : 06 : 09
Tanggal : 2 Oktober 2019
Analisis : Pada kata "Mengatasi Masalah Tanpa Masalah" terdapat kekeliruan terkait penulisan huruf kapitalnya karena Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat, dan itu tidak termasuk dalam huruf kapital yang dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen. Maka penulisan yang benar ialah "Mengatasi masalah tanpa masalah".
Sumber : BUKU PUEBI
Oleh : Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum.
Penerbit : Katalog dalam Terbitan (KDT), Jakarta.

Senin, 23 September 2019

Madurace Bahasaku

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Goresan bahasa ku
Madurace in the Madura


Berbicara tentang bahasaku, tentunya bahasa ini merupakan bahasa yang unik dikarenakan logat ny yang mampu membuat orang terheran-heran, lantaran sulit dimengerti bagi sekelompok orang yang memiliki bahasa daerah yang lain, sehingga keunikan bahasa itu yang melenggak lenggok seperti ular yang melingkar di atas pagar, tapi walaupun demikian, aku bangga menjadi bagian dari orang madura, dengan ciri khasnya terhadap persatuan dan kesatuan dalam menegakkan agama, serta mampu berpartisipasi yang baik dengan sekelompok orang yang lain bahasa dengannya.

Baiklah disini saya akan menyampaikan logat-logat dalam berbahasa madura ialah : melaneh kak dintoh, kauleh sareng ajunan satejeh panekah ummatteh kanjeng nabi muhammad, estoneh karena kauleh sareng ajunan sittung akemah, engki kak dintoh akemah islam se rahmatan lil alamin, maka manabi piteh pengsah maupun parpesan, nekah tak sampek memecca dek hubungan teretan se padeh islam, estoneh akemah islam kak dintoh tak manteng dek pengsah maupun tereced, tapeh se epanteng kak dintoh manabi oreng panekah masok islam se ongku-ongku islam, maka setejeh oreng islam sebedeh e tunyyah, panekah sittung teretan, manabi sittung  teretan panekah cek sampek atokaran, akemah islam panekah ngacerakih dek ke damaian tanpa bedenah permosoan e antara sala sittungngeh. Melaneh manabi bedeh se emossoan delem islam tugasseh kauleh sareng ajunan panekah nyekke cek sampek atokaran, kalaben lesan, manabi tak bise kalaben lesan, kalaben perangai, manabi tak bise kalaben perangai, maka panekah  kalaben ateh se adua' dek gusteh ALLAH, se kakdimmah tebu se epaparakih kak dintoh,  e ajerih bik kanjeng nabi dek ummatteh, seamponeh bik kanjeng nabi, lestareh e acerakih dek para sahabatteh.

Ulasan di atas merupakan versi pertama, saya lanjutkan dengan versi kedua dengan pembahasan yang berbeda : se ongkuneh oreng matureh ariah e delem kelakoenneh pen areneh tak leppas deri e tanih, ngarek, ben bedeh se noreh ketta, bahkan bedeh kiyah se elakoh e kantoran, ariah begienneh oreng se sukses, nyaman tetti oreng se sukses ariah, erapah mak deyyeh, polaneh e lakoh tak berre' tedung nyaman, ken mon tak ibede padeneh tak tenang kiyah, polaneh engak se mateyeh, mangkaneh tetti oreng sukses ariah harus pe bennyak ibede, esedeka dek oreng-oreng faker miskin nak-anak jetem, ben pole dek oreng se perloh pentoan, mangkaneh mompong kik odik cek keloppaih bahwa kesuksesan ariah tak deteng secara betibe tapeh sekappineh kenikmatan e delem sukses ariah detengngeh deri ALLAH, mangkaneh pe bennyak a sokkor ben istiqomah e delem ibede de se maha kobesah.

Mungkin ini saja pemaparan singkat terkait bahasa daerah yang setiap hari saya alami dalam lingkungan keluarga, dan ini hanya sekedar tips berbicara dalam berbahasa madura, untuk lebih jelasnya ikuti terus blog ini, dan jika ada sesuatu yang janggal dalam pikiran anda, maka anda bisa menyampaikannya lewat komentar di bawah ini.


Sekian dari saya, semoga dapat menambah wawasan kalian dalam mempelajari setiap bahasa daerah, walaupun kita berbeda-beda bahasa, tapi kita tetap (Bhineka Tunggal Ika) berbeda-beda tapi tetap satu, dan kita juga satu persaudaraan dalam bingkai ISLAM.

Senin, 16 September 2019

Goresan Tintaku Di Kampung Halaman


Assalamualaikum Wr. Wb. Kuawali tulisan ini dengan Goresan tinta.....

Di Kampung Halamanku.....

Kampungku terletak di arah timur khatulistiwa dan berdekatan dengan tugu alianyang yang jaraknya sekitar 30 meter dari rumahku, lebih tepatnya di Kec. Sungai Ambawang Gg. Parit Masigi disebut dengan nama Gg. Parit Masigi karena pada waktu itu ada seorang pemuda yang bernama waksigi, dia yang menyarankan kepada masyarakat untuk membuat Parit  (sungai berukuran sedang yg di buat memanjang ) dikarenakan pada saat itu tidak ada Parit sehingga masyarakat kesulitan untuk mandi serta mencuci peralatan-paralatan lain yang dibutuhkan. Mereka di kampung itu harus menunggu hujan jika hujan tidak turun maka mereka akan kesulitan untuk mendapatkan air yang mereka butuhkan bagi keluarganya. Oleh karena itu waksigi memimpin masyarakat untuk membuat Parit tersebut setelah Parit itu selesai dibuat maka kampung itu diberi nama waksigi tapi waksigi menyuruh masyarakat nya untuk mengubah namanya agar terlihat lebih natural, dia menyarankan dengan sebutan masigi, membuang wak nya di ganti dengan ma, maka jadilah perihal itu hingga sekarang dengan sebutan Masigi dan tidak ada satu orang pun yang berani dari kalangan tokoh masyarakat untuk mengubah nama gelar tersebut.

Kampungku ini terkenal dengan tokoh-tokohnya dari kalangan madura, karena mayoritas dikampung ini adalah orang-orang madura walaupun demikian ada juga orang melayu, bugis, dan jawa. Saya dan masyarakat di kampung ini hidup dengan  damai tanpa memandang perbedaan ras, suku, maupun agama karena yang dipandangnya adalah NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mereka cintai, komitmen yang mereka pegang agar tetap bersatu tanpa adanya perpecahan adalah dengan saling menghargai dan tidak mengganggu antara satu dengan yang lainnya dari batas-batas yang telah digariskan, tentunya saya sangatlah bangga menjadi bagian dari mereka. Masyarakat dikampungku ini sangatlah kental akan nilai-nilai Islam dari aliran NU Nahdatul Ulama yang berpegang teguh terhadap Aqidah ahlussunnah wal jamaah, walaupun dari kalangan luar banyak aliran yang bermacam-macam yang tidak sesuai dengan aliran NU Maka mereka menolaknya karena menurut mereka Aqidah adalah satu-kesatuan yang tidak bisa dipisahkan kecuali perbedaan dalam mazhab maka mereka menerimanya  dengan menelitinya terlebih dahulu untuk disesuaikan dengan mazhab-mazhab yang memang layak untuk dijadikan rujukan.

Setiap kampung halaman seseorang pastinya memiliki kesan tersendiri dari faktor banyaknya kalangan yang berbeda-beda, maka kesan yang terindah ketika kampung itu hidup dengan damai, tanpa membiarkan adanya masalah yang terjadi, karena ketika ada masalah mereka langsung bertindak secara bijak dengan memutuskan serta menetapkan hak-hak yang adil bagi mereka, untuk menyelesaikan sengketa masalah yang ada, maka perlunya kesepakatan atas mereka untuk tidak mengulangi lagi permasalahan yang ada, tentunya dalam hal ini tidak hanya tokoh masyarakat yang harus memimpin, tapi jikalau ada masyarakat yang cerdas serta mampu membina setiap kelompok, maka masyarakat itulah yang memimpin jalannya sidang persengketaan.

Kampung halaman menjadi kerinduan bagi mereka yang sedang menjalani liburan jauh yang cukup lama, serta merantau untuk kerja dan mencari ilmu, pastinya hal itu saya rasakan ketika saya mencari ilmu di ponpes DUBA Darul Ulum Banyuanyar di Kabupaten Pamekasan, hal ini membuat saya semakin rindu akan perubahan-perubahan yang terjadi pada kampung ku ini, dengan seiringnya perputaran roda waktu yang cukup lama aku nantikan, sehingga ketika aku sampai pada waktunya untuk pulang ke kampung dan tak akan kembali ke pondok ini, pasti rasanya berat sekali untuk meninggalkannya, karena banyaknya kenangan-kenangan yang aku lalui bersama teman-teman di sana dan yang paling teringat ketika belajar bersama dalam mengarungi ilmu-ilmu agama, demi menguatkan tauhid, serta lebih mengenal secara dalam terhadap sang pencipta (Allah) dan juga para utusannya (Nabi), juga teringat ketika makan bersama pada waktu perpisahan kelas akhir dan setelah itu kami buat acara perpisahan kepada guru-guru yang telah mengajar kami, selama kami berada di pondok itu, tentunya roda bumi ini pastilah berputar pada saat waktu yang telah ditentukannya. Kemudian ketika saya sampai dirumah ternyata  kampung halaman ku itu banyak terjadi perubahan, seperti jalanan dan bangunan serta kawan-kawanku dahulu yang masih SD ada yang sudah menikah dan ada juga yang masih perawan, perawan itu sendiri singkatan dari ( pengen rapat ditawan ) artinya cepat-cepat ingin di lamar Ha ha ha..... memang yaa kalau perempuan itu tidak sabaran ingin cepat-cepat dilamar karena mungkin takut jadi jomblo selamanya Wk Wk wk.... tapi saya doakan semoga kawan-kawan yang membaca tulisan ini agar segera dipertemukan dengan jodohnya sehingga tidak jomblo selamanya. Karena jadi jomblo itu tidaklah enak kawan-kawan, ketika kita melihat orang lain berpasangan, sedangkan kita masih sendiri tak ada yang menemani, berlarut dalam kesepian yang menyendiri, pastinya hati akan terasa hampa tanpa adanya rasa CINTA, diibaratkan Jika manusia tanpa cinta bagaikan malam tak berbintang, sedangkan cinta tanpa ikatan bagaikan kopi tanpa gula.


Tentu harus adanya pemanis bagi kopi yakni gula agar cinta itu berwarna. Sedangkan cinta yang harus kita implikasikan adalah cinta yang bukan pacaran tapi pendekatan cinta ta'aruf kepada keluarganya untuk meminta restu bahwa anak itu ingin dilamarnya, setelah ada ikatan (akad yang sah) barulah boleh pacaran karena pacaran setelah pernikahan itu indah, bahkan lebih indah dari sekedar untaian kata-kata, maka jangan sampai kita terpengaruh oleh kalangan milenial yang menghalalkan segala cara, demi kesenangan semata, sedangkan hal itu diharamkan oleh agama, tapi yang harus menjadi rujukan adalah para ahlafus shalih yakni para sahabat yang meluapkan kisah CINTAnya dihadapan nabinya, sedangkan nabi muhammad sendiri senang dengan adanya CINTA pada hati para sahabatnya. Mari kita contoh Nabi dan para sahabatnya dalam mengarungi CINTA yang sesungguhnya dari berbagai macam rintangan yang dihadapinya.


Kembali ke cerita kampung halaman bahwa setiap orang pasti merindukan kampung halamannya, karena disanalah dia dilahirkan, dan dibesarkan, dan dari sana pula, dia memulai cerita kehidupannya, dengan dipenuhi berbagai macam rintangan yang menghadangnya, tapi walaupun ombak bergelombang, angin menerjang serta hantaman yang menantang, tapi dia tetap semangat untuk mempertahankan jati dirinya, demi mencapai kesuksesan yang ingin diraihnya, karena sukses baginya tak kenal kata lelah dan tak kenal kata gagal, yang ada hanyalah kesuksesan yang tertunda, sehingga suatu saat nanti dia akan dapat meraihnya.


Sekian dari saya, semoga cerita ini dapat memotivasi para pembaca untuk mengarungi kehidupan yang fatamorgana akan fananya hidup di dunia ini.

Senin, 09 September 2019

DATA PRIBADI

Assalamualaikum Wr.Wb. Alhamdulillah segala puji bagi ALLAH Tuhan semesta alam yang telah memberikan kita nikmat Iman dan tetapnya pendirian kita atas nilai-nilai Islam, sehingga kita berharap semoga kita selalu berada dalam lindungan-Nya Aamiiin Ya Robbal Aalamiin. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada manusia yang agung, beliau adalah merupakan manusia pilihan yang pertama dan yang paling utama yakni Nabi Baginda Muhammad SAW. Semoga kelak dihari kiamat kita mendapatkan syafaatnya Aamiiin.

Baiklah kawan-kawan disini saya ingin memperkenalkan data diri saya pribadi.

Perkenalkan Nama saya Muhammad Khotib Azzain, panggilannya zain tapi di ijazahnya nama saya hanya Muhammad Khotib, tanpa ada Azzain, dikarenakan menyesuaikan terhadap Akta kelahiran yang lebih awal telah dibuat, tentunya jika tidak sesuai antara ijazah dan akta kelahiran, maka akan bermasalah terhadap kelulusan di tingkat sekolah tersebut.

Saya bertempat tinggal di Jln. Trans Kalimantan Parit Masigi, Desa. Ambawang Kuala, Kec. Sungai Ambawang,  Kab. Kubu Raya, Provinsi. Kalimantan Barat.

Menjadi seorang guru adalah profesiku tapi cita-citaku ingin menjadi pengusaha, mungkin dua hal yang berbeda mustahil untuk bersama tapi bisa bersama, jika kita yakin pada-Nya, karena, di dalam hadits kudsinya ALLAH menegaskan (Saya (ALLAH) tergantung prasangka hamba-Ku), dapat diambil suatu pengertian bahwa, apabila kita yakin kepada ALLAH, maka kemudahan yang akan Dia berikan, tetapi, apabila kita tidak yakin akan janji-Nya, justru sebaliknya yang akan terjadi. Oleh sebab itu, YAKIN kepada-Nya merupakan modal utama untuk menuju kesuksesan, karena kesuksesan hanya ada pada-Nya dan akan diberikan kepada setiap hamba-hamba-Nya yang mau berusaha di jalan-Nya.

Setiap orang pasti memiliki cita-cita dalam mengarungi hidup ini karena ketika menjalani hidup ini tanpa diiringi dengan adanya cita-cita maka diibaratkan langit tak berawan, jika langit tak berawan, maka tak kan turun hujan dan jika hujan tidak turun, maka dampaknya tumbuh-tumbuhan akan layu hewan kelaparan dan lain sebagainya, tentunya hal ini akan mengakibatkan terjadinya kerusakan dimuka bumi, oleh sebab itu kita harus  mempertahankan jati diri kita, dari setiap yang kita impikan, dengan berjuang tanpa kenal lelah, dan berusaha tanpa berputus asa, serta selalu berdoa, agar selalu diberikan kemudahan oleh-Nya, karena jika itu kita lakukan. Maka pintu gerbang kesuksesan sudah menanti kita, untuk mewujudkan masa depan. Masa depan yang indah adalah impian bagi setiap insan sedangkan masa depan itu tidaklah mudah seperti halnya membalikkan telapak tangan tapi ada banyak rintangan yang menghadang, Itulah namanya kehidupan tak kan mungkin kita terhindar dari berbagai macam rintangan, pastilah ada saja ujian yang menghadang, karena sejatinya kita adalah manusia biasa, tak berkuasa yang rentan akan dosa-dosa kecuali, hanyalah Dia yang menguasai atas segala-galanya, walaupun Dia (ALLAH) memiliki kekuasaan, tapi tetap Dia menyuruh setiap hamba-hamba-Nya yang beriman untuk tidak berputus asa dalam meraih keridhaan-Nya, karena Dia mencintai hamba-hamba-Nya yang mau menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Sehingga perlu kita hayati bahwa betapa CINTA-Nya ALLAH kepada setiap hamba-hamba-Nya, bahkan orang-orang yang tak berimanpun (kafir), tetap ALLAH berikan jalan kepadanya, untuk menuju hidayah-Nya. Pastinya kita sebagai seorang hamba, apabila kita yakin kepada ALLAH bahwa dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan dan dari setiap jalan kemudahan tidak lain hanyalah dari Sang Maha Kuasa yang menguasai atas segala-galanya.

Kesuksesan itu berawal dari kemauan dan tekad yang sungguh-sungguh di dalam berjuang, serta tidak kenal lelah dan pantang menyerah untuk mendapatkannya. Maka hadapi segala rintangan dan jangan pernah hilang harapan, karena ketika kamu masih memiliki harapan disitulah kamu memiliki masa depan.

Sekian dari saya, semoga tulisan ini dapat memberikan motivasi bagi para pembaca serta dapat memberikan manfaat di dalam mengarungi kehidupan ini.

SALAM SUKSES BERJAMAAH



PERTANYAAN DAN JAWABAN

PERTANYAAN - PERTANYAAN 1. Di dalam makalah anda terdapat pembahasan tentang Aspek-aspek perkembangan, tentu dengan adanya pembahasan terkai...